PENANGKAL PETIR INDONESIA

Mekanisme Kerja Penangkal Petir Flash Vectron berbasis kerja E.S.E (Early Streamer Emission). Sistem ESE bekerja secara aktif dengan cara mengumpulkan ion dan melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadinya sambaran petir. Pelepasan ion ke udara secara otomatis akan membuat jalur untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung Terminal Petir Flash Vectron ini dari pada areal sekitarnya. Dengan sistem kerja anti petir atau penangkal petir Flash Vectron ini akan meningkatkan areal perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional.

 

Disaat ada awan mendung melintas di atas bangunan yang dilindungi anti petir atau penangkal petir Flash Vectron. Elektroda terpasang di dalam peralatan akan mengumpulkan dan menyimpan energi dari awan yang bermuatan listrik di dalam kapasitor yang mampu diisi ulang, setelah cukup besar kemudian dikirim ke unit Ion Generator. Ketika banyak energi petir di atmosfer maka awan menginduksi unit Ion Generator. Informasi ini di olah dalam unit Ion Generator untuk di manfaatkan sebagai memicu pelepasan energi. Akibat dari pelepasan energi yang menghentak ini akan menghasilkan lidah api penuntun ke udara (streamer leader) melalui Batang Utama penangkal petir Flash Vectron, lidah api penuntun ini yang kemudian di sambut oleh petir.

Proses terjadinya petir akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif, di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif, sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif, pada bagian inilah petir biasa berlontaran. Petir dapat terjadi antara awan dengan awan, dalam awan itu sendiri, antara awan dan udara, antara awan dengan tanah (bumi).


TENAGA PETIR UNTUK CHARGER PONSEL

SOUTHAMPTON – Peneliti dari University of Southampton bekerja sama dengan Nokia membuat charger ponsel nirkabel dengan tenaga petir. Penelitian mengubah kilatan petir menjadi daya pengisi baterai ponsel Nokia. Dalam tahap pengujian di laboratorium peneliti menciptakan petir dengan menyalurkan listrik berkekuatan 200 ribu volt. Kekuatan listrik sebesar itu merupakan tegangan yang biasanya terdapat pada petir, semoga charger ponsel yang berasal dari tenaga petir ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Dalam tahap pengujian di laboratorium peneliti menciptakan petir dengan menyalurkan listrik berkekuatan 200 ribu volt. Kekuatan listrik sebesar itu merupakan tegangan yang biasanya terdapat pada petir. Dari petir buatan tersebut di sematkan pula transformastor untuk mengirim sinyal berisi daya petir. Sebuah alat seperti trafo yang bertugas menerima sinyal dari tenaga petir juga disematkan pada ponsel Nokia, yang mana alat tersebut mampu mengisi baterai ponsel.

“Sebagai perusahaan pertama yang memperkenalkan sistem pengisian daya baterai dengan nirkabel, kami percaya bahwa penelitian ini berpotensi untuk memunculkan ide-ide baru tentang sistem charging di masa datang.” kata wakil presiden Nokia, Chris Weber. Sebagaimana dikutip Mashable Minggu (6/10/2013).

“Temuan ini membuktikan kepada kita bahwa ponsel juga di charger melalui sinyal dan ini adalah langkah besar yang membuat kita jadi paham bahwa kekuatan alam seperti petir bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi” Neil Palmer, kepala penelitian dari university of Southampton menambahkan. 

 


DETEKTOR PETIR GENGGAM UNTUK PENDAKI GUNUNG

Saat ini telah hadir alat pengukur cuaca dengan ukuran relatif kecil, yang memudahkan kita dalam mengetahui kondisi cuaca apakah akan terjadi hujan dan petir atau tidak. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan pengukur suhu udara dan arah angin serta kelembaban udara, terlebih lagi para penggemar olah raga mendaki gunung, detektor petir genggam ini sangat berguna sekali untuk mengetahui suhu pada daerah tinggi yang mereka daki. Bahkan saat ini telah hadir alat detektor petir genggam yang sangat bermanfaat bagi kita khususnya para pendaki gunung untuk menjaga keselamatan dari ancaman bahaya sambaran petir. Alat peringatan sambaran petir ini dinamakan “qStart” merupakan perangkat yang bisa memberikan informasi kepada kita untuk memilih jalan yang aman ketika mendaki gunung. The “Strike Alert” (Peringatan Sambaran) merupakan alat detektor pertama yang paling aman dan nyaman serta praktis karena ukurannya yang relatip kecil. Alat ini mempunyai tingkat keakurasian yang dapat diandalkan. Apabila terjadi badai alat ini dapat mendeteksi jarak terjadinya petir sejauh 40 mil yang di ukur berdasarkan tingkat suara gemuruh.

Alat pendeteksi petir ini sangat berguna juga bagi mereka yang senang mendaki gunung atau mereka yang sering melakukan aktifitasnya dilapangan terbuka, misalnya olah raga Golf, Sepak Bola, sehingga kita dapat mengetahui lebih awal akan terjadi badai petir yang menuju ke wilayah dimana kita berada. Meskipun pada umumnya tempat olahraga atau sarana umum telah dilengkapi sistem proteksi petir, tidak ada salahnya bila kita juga mempunyai alat detektor pribadi sebagai pendukung sistem proteksi petir yang sudah ada dalam upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan diri kita sendiri.


LIGHTNING DETECTOR MENCATAT 20.731 KALI SAMBARAN PETIR

BOGOR (ANTARA) – Lightning Detector Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor mencatat pada 27 Februari 2012 lalu sambaran petir menyambar kawasan Bogor, Jawa Barat sebanyak 20.731 kali, jumlah tersebut menjadi tertinggi di awal tahun ini. “Petir di Bogor termasuk tertinggi di Indonesia, apalagi pada musim pancaroba ini perlu di waspadai intensitas petir akan lebih meningkat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi, Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Hendri Antoro, di Bogor, Selasa. 

Hendri mengatakan, pada rata-rata perhari jumlah petir di Bogor terjadi lebih dari 100 kali seperti pada Sabtu (18/2) sebanyak 174 kali bahkan bisa mencapai 1.000 seperti yang terjadi pada Senin (27/2) lalu. Tingginya intensitas petir selain disebabkan oleh cuaca ekstrim juga dikarenakan kawasan Bogor merupakan pertemuan petir. Berdasarkan catatan dari data lightning detektor yaitu alat pencatat petir di Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, pada periode Januari hingga November 2011 terjadi 22.559 kali petir, angka tersebut dibawah jumlah pada 2010 yakni sebanyak 22.709 kali petir. Hendri menjelaskan, tingginya intensitas petir di Bogor karena dipengaruhi tapografi Bogor yang dikelilingi sejumlah gunung yang memiliki ketinggian hingga ribuan kaki, seperti Gunung Halimun, Salak, Pangrango dan Pancar. Banyaknya gunung tinggi di wilayah Bogor, ditambah kontur tanahnya yang tinggi dan perbukitan menjadikan wilayah ini sebagai daerah titik embun yang mempercepat terbentuknya awan konfektif atau awan hujan.

“Karena topografinya yang di kelilingi gunung sehingga menjadi Bogor sebagai kawasan titik embun yang hujannya besar-besar begitu juga sambaran petirnya,” katanya. Menurut Hendri, selama musim pancaroba yang diperkirakan terjadi Maret hingga Mei, akan diwarnai fenomena cuaca ekstrim seperti curah hujan yang tinggi dengan periode singkat yang sering disertai angin kencang dan sambaran petir bahkan hujan es. Fenomena cuaca ektrim merupakan akibat dari dampak pemanasan yang tidak merata yang mengakibatkan massa udara dingin dan panas akan bersinggungan pada wilayah yang sempit dan menyebabkan turbulensi udara, sehingga akan menimbulkan terjadinya awan-awan konfektif yang cukup banyak dengan periode tumbuh cukup cepat seperti awan Cumulonimbus (cb).

Hendri menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai ketika petir terjadi untuk berlindung di tempat aman seperti rumah dan pos keamanan yang ada di pinggir jalan. “Jangan berlindung di bawah pohon atau di saung. Hindari lapangan terbuka. Pastikan aliran antena televisi dan jaringan telepon di cabut agar petir tidak menyambar sampai ke rumah,” katanya menghimbau. Hendri menambahkan, tingginya jumlah petir di Bogor justru berdampak positif karena menjadikan Bogor sebagai kawasan paling subur. Dalam proses pembentukan hujan, dimana ada unsur NH2 bertemu dengan NH3 yang menciptakan NH4. NH4 sangat dibutuhkan oleh tanah untuk melakukan proses fotosintesis atau tumbuh berkembang biak.


LEGENDA PETIR

Pergesekan antar awan mungkin adalah inti dari proses terjadinya sambaran petir. Tetapi bagaimana berdasarkan legenda baik didalam negeri ataupun di luar negeri, kisah dari tanah Jawa kerap kita dengar seorang tokoh legenda yang bernama Ki Ageng Selo yang adalah cucu dari Prabu Brawijaya. Ki Ageng Selo di yakini memiliki kesaktian yang dapat menangkap petir, dimana petir tersebut adalah perwujudan dari seorang kakek tua dan setelah diletakkan di tanah seketika menghilang.

Sampai ketika ini banyak yang merapal mantra bahwa dirinya adalah cucu keturunannya Ki Ageng Selo dengan kemauan tidak terkena sambaran petir.

Lain halnya dengan legenda dinegeri Tiongkok. Bahwa petir adalah penjelmaan seorang dewi Khayangan yang bebusana biru, hijau merah dan putih dengan membawa sebuag cermin yang memancarkan dua cahaya atau mereka juga percaya bahwa petir terjadi sebab pergesekan hawa Yin dan Yang. Yin berasal dari Bumi dan Yang dari langit. Dari kepercayaan Yunani dikisahkan sambaran petir terjadi imbas dari kemurkaan raja dewa yang tinggal di sebuah gunung Olimpus “Zeus”.


BOLA PETIR – BALL LIGHTNING

Sebuah bola api menggelinding dari langit dan kemudian bola api tersebut meledak ketika mengenai sebuah objek. Momen tersebut bukan sebab disebabkan oleh ilmu telu atau santet, akan namun bola api tersebut secara ilmiah kerap disebut sebagai bola petir atau Ball Lightning. Bola petir tidak kelihatan seperti sambaran petir diatas langit. Bisa bola petir timbul menyerupai bola yang bersinar misterius dan melayang horizontal di udara. Ukuran bola petir tersebut bervariasi adakalanya sebesar kelereng sampai sebesar bola basket malahan dapat lebih besar lagi. Bola petir biasanya terbang melayang cuma beberapa meter saja di atas permukaan bumi malahan bola petir dapat memantul di tanah. Fenomena ini terjadi cuma beberapa detik saja, bola petir biasanya dapat berubah warna akan namun warna yang kerap kelihatan adalah warna yang berasal dari element api.

Bola petir ini datang melintas dengan kecepatan amat tinggi melintas demikian itu saja, malahan adakalanya setelah kelihatan bola petir tersebut hilang demikian itu saja tanpa menimbulkan suara, walaupun berdasarkan pengalaman beberapa orang yang pernah melihat bola petir menyebutkan dapat menimbulkan ledakan keras. Momen munculnya bola petir amat langka, kurang lebih cuma 5 persen saja penduduk dunia yang pernah menyaksikan peristiwa tersebut. beberapa ilmuwan kejadian munculnya bola petir dihubungkan dengan petir St,Elmo Fire walaupun sesungguhnya bola petir itu adalah hal yang berbeda.

Untuk menandakan hal tersebut telah banyak penelitian di lab tegangan tinggi yang mengujinya. Ada alat yang dapat mengetahui element apa saja yang terkandung pada bola petir sehingga dapat ditelaah pengerjaan terjadinya. ketika ini para ilmuwan mendapatkan ikhtisar bahwa ball lightning terjadi sebab pemanasan mendadak dari arah pijaran tinggi yang memanaskan massa udara atau gas lainnya sehingga menungkatkan lumminositas, akan namun ikhtisar ini perlu ditelaah kembali sebab tidak ada eksperimen lain yang menyokong.

Munculnya bola petir telah terjadi semenjak berabad abad lalu, malahan mungkin beriringan dengan terbentuknya bumi dan meninggalkan kisah. Bola petir ini memang amat aneh sebab bola petir dapat menembus apa saja tanpa merusak objek yang dilaluinya. Sampai bergerak vertikal atau horisontal malahan berputar seperti gangsing yang dapat meledak kapan saja.


BATU PETIR

Tetapi dekade ini kita dikejutkan oleh beberapa temuan batu petir oleh masyarakat umum yang kemudian dikait-kaitkan dengan peristiwa gaib. Sampai pada penggunaan pengobatan secara instant, tentunya hal tersebut agak aneh. Tetapi apakah benar demikian , Kecuali fenomena batu petir bukan hal yang aneh lagi, batu petir secara ilmiah kerap disebut sebagai fulgurite. Batu petir terwujud ketika petir menghantam permukaan bumi dan beberapa energi yang masuk bercampur dengan kandungan dalam tanah, energi tersebut masuk via celah celah terkecil dan terus mengalir sehingga dapat menguapkan partikel-partikel dan kandungan mineral yang dilaluinya membentuk busa, dan walhasil beku menyerupai sebuah kaca alami atau kristal. Bisa partikel dan kandungan mineral tersebut kerap terjebak pada batuan padas.

Batu petir memiliki panjang beberapa meter akan namun struktur dan teksturnya demikian itu lunak dan seperti batu apung. Jadi batu petir bukan adalah batu yang jatuh dari langit imbas sambaran petir, namun terwujud dari pengerjaan penguapan dan pembekuan partikel tanah yang bercampur dengan element petir. Dan tidak aneh bila batu petir direndam kedalam air karenanya kandungan air tersebut bila dilihat menerapkan mikroskop kelihatan butiran molekul menyerupai kristal salju.

Secara mitos atau legenda, batu petir adalah suatu benda yang jatuh dari langit yang turunnya beserta energi besar sebab beriringan dengan terjadinya petir. Batu petir diandalkan sebagai batu pemberian dewa atau penguasa jagad, energi petir diyakini beberapa orang adalah sentuhan dari sang penguasa alam sehingga dapat menolong mewujudkan kemauan seseorang. itu batu petir memiliki relasi kuat dengan element listrik dan api serta tanah sebagai element pembentuk manusia, aura atau cakra dalam tubuh dapat menikmati energi batu petir sehingga manusia dapat menikmati ketenteraman dalam batin.


PENANGKAL PETIR – ANTI PETIR

Manusia selalu mencoba untuk menjinakan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir, metoda yang pernah di kembangkan terkait tentang industri penangkal petir atau anti petir di dunia adalah :

Kedua ilmuwan tersebut Faraday dan Franklin menjelaskan system yang hampir sama, yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding, sedangkan system perlindungan yang di hasilkan ujung penerima/splitzer adalah sama pada rentang 30 – 40 derajat. Perbedaannya adalah system yang di kembangkan Faraday bahwa kabel penghantar berada pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai material penerima sambaran petir, yaitu berupa sangkar elektris atau biasa di sebut dengan sangkar faraday.

Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir, dan semua ilmuwan sepakat bahwa terjadinya petir karena ada muatan listrik di awan berasal dari proses ionisasi, maka untuk menggagalkan proses ionisasi dilakukan dengan cara menggunakan zat berradiasi seperti Radiun 226 dab Ameresium 241 karena kedua bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang dapat menetralkan muatan listrik awan. Maka manfaat lain hamburan ion radiasi tersebut akan menambah muatan pada ujung finial/splitzer, bila mana awan yang bermuatan besar tidak mampu di netralkan zat radiasi kemudian menyambar maka akan cenderung mengenai anti petir atau penangkal petir ini. Keberadaan anti petir atau penangkal petir jenis ini telah dilarang pemakaiannya, berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi zat beradiasi di masyarakat, selain itu penangkal petir ini dianggap dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

Prinsip kerja penangkal petir elektrostatis mengadopsi sebagian system penangkal petir radio aktif, yaitu menambah muatan pada ujung finial/splitzer agar petir selalu melilih ujung ini untuk di sambar. Perbedaan dengan system radio aktif adalah jumlah energi yang dipakai. Untuk anti petir atau penangkal petir radio aktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada anti petir atau penangkal petir elektrostatis energi listrik yang dihasilkan dari listrik awan yang menginduksi permukaan bumi. Penangkal petir elektrostatis saat ini menjadi solusi petir terbaik di dunia, bahkan Anti Petir Flash Vectron telah di design khusus untuk di terapkan didaerah tropis seperti di Indonesia.

 

CARA PASANG INSTALASI PENANGKAL PETIR

  • Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding system terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan. Kemudian dilakukan pengukuran resistansi atau tahanan tanah menggunakan Earth Testermeter, apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan. Seandainya hasil resistansi atau tahanan tanah menunjukan > 5 Ohm maka di lakukan pembuatan atau penambahan grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan dengan grounding pertama agar resistansi atau tahanan tanahnya menurun sesuai dengan standarnya < 5 Ohm.
  • Setelah selesai membuat grounding, langkah berikutnya adalah memasang kabel penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan, tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dan hindari banyak belokan atau tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas instalasi dapat efektif dan efisien. Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain kabel BC (Bare Copper), kabel NYY atau kabel Coaxial. Untuk tempat – tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung (Conduite) dengan maksud kerapihan dan keamanan.
  • Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap selanjutnya pemasangan head terminal petir tentunya harus terhubung dengan kabel penangkal petir tersebut sampai ke grounding system.

 

ISTILAH PENANGKAL PETIR ATAU ANTI PETIR

Penangkal Petir atau Anti Petir adalah istilah yang sudah keliru dalam bahasa kita, kesan yang ditimbulkan dua istilah ini adalah aman 100 % dari bahaya petir, akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Dalam penanganan bahaya petir memang ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, bilamana kita ingin mencari solusi total akan bahaya petir maka kita harus mempertimbangkan faktor tersebut.

Sambaran petir tidak langsung pada bangunan yaitu petir menyambar di luar areal perlindungan dari instalasi penangkal petir atau anti petir yang telah terpasang, kemudian arus petir ini merambat melalui instalasi listrik, kabel data atau apa saja yang mengarah ke bangunan, akhirnya arus petir ini merusak unit peralatan listrik dan elektronik di dalam bangunan tersebut. Masalah ini semakin runyam karena peralatan elektronik menggunakan tegangan kecil, DC yang sangat sensitif.

Pada dasarnya system pengamanan sambaran petir langsung bukan membuat posisi kita aman 100 % dari petir melainkan membuat posisi bangunan kita terhindar dari kerusakan fatal akibat sambaran langsung serta mengurangi dampak kerusakan peralatan listrik dan elektronik bila ada sambaran petir yang mengenai bangunan kita. Maka istilah yang paling tepat untuk pengamanan petir adalah PENYALUR PETIR.

 

PRINSIP PERLINDUNGAN PETIR

Jika kita memperhatikan bahaya yang di akibatkan sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (Eksternal Protection) dan sambaran tidak langsung dengan di pasangnya penangkal petir internal (Internal Protection) atau yang sering di sebut surge arrester serta pembuatan grounding system yang memadai sesuai standart yang telah di tentukan. sampai saat ini belum ada alat atau system proteksi petir yang dapat melindungi 100 % dari bahaya sambaran petir, namun usaha perlindungan mutlak dan wajib sangat di perlukan. Selama lebih dari 60 tahun pengembangan dan penelitian di laboratorium dan lapangan terus dilakukan, berdasarkan usaha tersebut suatu rancangan sistem proteksi petir secara terpadu telah di kembangan oleh Flash Vectron Lightning Protection “SEVEN POINT PLAN”.

 

Tujuan dari “SEVEN POINT PLAN” adalah menyiapkan sebuah perlindungan efective dan dapat di andalkan terhadap serangan petir, “Seven Point Plan’ tersebut meliputi :

  1. Menangkap Petir
    Dengan cara menyediakan system penerimaan (Air Terminal Unit) yang dapat dengan cepat menyambut sambaran arus petir, dalam hal ini mampu untuk lebih cepat dari sekelilingnya dan memproteksi secara tepat dengan memperhitungkan besaran petirTerminal Petir Flash Vectron mampu memberikan solusi sebagai alat penerima sambaran petir karena designnya dirancang untuk digunakan khusus di daerah tropis.
  2. Menyalurkan Arus Petir
    Sambaran petir yang telah mengenai terminal penangkal petir sebagai alat penerima sambaran akan membawa arus yang sangat tinggi, maka dari itu harus dengan cepat disalurkan ke bumi (grounding) melalui kabel penyalur sesuai standart sehingga tidak terjadi loncatan listrik yang dapat membahayakan struktur bangunan atau membahayakan perangkat yang ada di dalam sebuah bangunan.
  3. Menampung Petir
    Dengan cara membuat grounding system dengan resistansi atau tahanan tanah kurang dari 5 Ohm. Hal ini agar arus petir dapat sepenuhnya diserap oleh tanah tanpa terjadinya step potensial. Bahkan dilapangan saat ini umumnya resistansi atau tahanan tanah untuk instalasi anti petir atau penangkal petir harus dibawah 3 Ohm.
  4. Proteksi Grounding System
    Selain memperhatikan resistansi atau tahanan tanah, material yang digunakan untuk pembuatan grounding juga harus diperhatikan, jangan sampai mudah korosi atau karat, terlebih lagi jika didaerah dekat dengan laut. Untuk menghindari terjadinya loncatan arus petir yang ditimbulkan adanya beda potensial tegangan maka setiap titik grounding harus dilindungi dengan cara integrasi atau bonding system.
  5. Proteksi Petir Jalur Power Listrik
    Proteksi terhadap jalur dari power mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya induksi yang dapat merusak peralatan listrik dan elektronik.
  6. Proteksi Petir Jalur PABX
    Melindungi seluruh jaringan telepon dan signal termasuk pesawat faxsimile dan jaringan data.
  7. Proteksi Petir Jalur Elektronik
    Melindungi seluruh perangkat elektronik seperti CCTV, mesin dll dengan memasang surge arrester elektronik.

 

ANTI PETIR – PENANGKAL PETIR FLASH VECTRON

Air Terminal Petir Flash Vectron adalah alat penerima sambaran petir yang berbasis kerja ESE (Early Streamer Emission Lightning Conductor). Dengan sistim kerja mengumpulkan energi awan disaat ada awan energi melintas di area perlindungan, kemudian menjemput kilatan petir dengan mengeluarkan lidah api penuntun keudara (streamer), menangkap dan menyalurkan ke bumi. Meskipun seluruh terminal unit penangkal petir jenis elektrostatis berbasis kerja yaitu ESE (Early Streamer Emission Lightning Conductor), akan tetapi penangkal petir atau anti petir Flash Vectron di rancang khusus untuk digunakan didaerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia.

Proteksi eksternal adalah instalasi dan alat-alat di luar suatu struktur bangunan untuk menangkap dan menghantarkan arus petir ke sistem pembumian (grounding). Dengan kata lain, proteksi eksternal berfungsi sebagai ujung tombak penangkap muatan listrik dan arus petir di areal yang telah dipasang sistem proteksi petir. Terminal Udara (Air Termination) adalah bagian sistem proteksi petir eksternal yang di khususkan untuk menangkap sambaran petir, berupa elektroda logam yang dipasang secara tegak maupun mendatar. Penangkap petir di tempatkan sedemikian rupa sehingga mampu menangkap semua sambaran petir tanpa mengenai bagian struktur yang dilindungi.

ESE Terminal adalah Head Unit yang di pasang pada bagian puncak tiang penangkal petir, ESE Terminal bekerja dengan mengeluarkan emisi “upward streamer” dari bumi, makin cepat early streamer di projeksikan ke atas maka akan makin cepat downward leader muatan listrik yang terdapat di dalam awan.

 

KEUNGGULAN ATAU KELEBIHAN PENANGKAL PETIR FLASH VECTRON

Penangkal petir Flash Vectron merupakan penangkal petir elektrostatis berbasis kerja ESE yang di rancang khusus untuk daerah tropis seperti halnya di Indonesia. Ada 8 kelebihan Penangkal Petir Flash Vectron, yaitu :

  1. Lebih Estetik, di rancang oleh ilmuwan petir Indonesia dan Arsitek dari Jerman
  2. Unit Terminal Kokoh, di rancang agar tidak ada rongga yang menyebabkan masuknya air hujan sebagai penyebab korosi
  3. Bebas Perawatan, tidak ada Power Supply or Solar Cells, No Radio Aktif, discharge Current 300 kA
  4. Lebih Praktis, di rancang agar mempermudah kita dalam hal pemasangan di lapangan
  5. Bahan Baku Berkualitas, bahan dan material untuk memproduksi anti petir atau penangkal petir Flash Vectron adalah bahan dan material pilihan sesuai standar SNI dan IEC
  6. Lebih Ekonomis, harga kompetitif (bersaing) bahkan jika di bandingkan dengan produk lain bisa lebih murah
  7. Teknologi Terkini, di rancang khusus untuk daerah tropis yang cocok untuk di pasang di Indonesia
  8. Produser Terpercaya, perusahaan yang memproduksi anti petir atau penangkal petir Flash Vectron adalah perusahaan lokal yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman di dukung oleh Laboratorium Tegangan Tinggi HLI (Hamburg Laboratory Inc) dan GEC (Germany Electrotechnical Commission)

 

PERANGKAT PENANGKAL PETIR FLASH VECTRON

  1. Main Rod, adalah batang utama berbentuk runcing terbuat dari logam yang berfungsi sebagai penerima sambaran petir langsung, Pointy Spear ini memiliki kemampuan untuk menerima sambaran petir hingga 300 KA
  2. Elektroda, perangkat ini memainkan peran yang sangat penting sebagai bilah pemicu untuk mengumpulkan cadangan energi awan dari luar, dan energi tersebut di manfaatkan untuk membangkitkan Early Streamer Emission Conductor. Bilah pemicu ini aktif bekerja dengan 2 system, pertama-tama menerima dan mengumpulkan energi awan dengan menggunakan system induksi serta sensor, sedangkan yang kedua menggunakan karbon inti mengumpulkan energi awan dari induksi awan tersebut.
  3. Ion Generator, terdiri dari unit kapasitor, ion pembangkit, sensor petir. Ion Generator adalah perangkat kunci penangkal petir Flash Vectron.
  4. Spear Shooter, bagian ini adalah konduktor di sisi atas untuk menembak ion ke udara.

 

FILOSOFI KERJA PENANGKAL PETIR FLASH VECTRON

System ini aktif bekerja, sifatnya menarik petir untuk menyambar pada bagian kepala terminal petir Flash Vectron dengan cara memancarkan ion – ion ke udara. Kerapatan ion makin besar bila jarak ke kepalanya semakin dekat. Pemancaran ion dapat menggunakan generator listrik atau batere cadangan (generated ionization) atau secara alamiah (natural ionization). Area perlindungan system ini berupa bola dengan radius proteksi mencapai 150 meter dan radius proteksi ini akan mengecil sejalan dengan bertambahnya waktu. System ini dapat di kenali dari kepalanya yang di kelilingi 3 bilah pembangkit (bilah pemicu) beda tegangan dan di pasang pada tiang tinggi.


RADIUS PROTEKSI PENANGKAL PETIR FLASH VECTRON

Radius penangkal petir tidak hanya berdasarkan kapasitas rata-rata yang tercantum dalam tabel. Radius perlindungan sebuah terminal unit penangkal petir elektrostatisjuga sangat tergantung pada posisi penempatannya dari atas bangunan, semakin tinggi letak posisi terminal petir maka akan menghasilkan jarak perlindungan yang semakin besar. Selain itu ada teori penunjang lain yang menyebutkan bahwasannya intensitas petir (curah petir tahunan) di sebuah wilayah juga dapat mempengaruhi radius proteksi terminal unit penangkal petir. Bila sebuah wilayah memiliki intensitas sambaran petir yang sangat tinggi misalnya di daerah pegunungan atau daerah berbukit maka standart kinerja radius proteksi penangkal petir harus di nilai 80% dari kinerja optimal, karena akan ada waktu singkat (jeda pendek) untuk mengisi ulang kapasitor.

Didalam teori atau dalam buku tentang penangkal petir ESE (Early Streamer Emission Lightning Conduktor) terminal petir diatur dalam standart NFC 17-102 (dari Perancis) atau UNE 21-186 (dari Spanyol) serta DIN VDE 0800 dan DIN VDE 0845 (dari Jerman). Sampai saat ini hanya 3 negara ini di dunia yang mengadopsi ESE kedalam standart acuan proteksi penangkal petir.

 

HARGA PENANGKAL PETIR  – HARGA ANTI PETIR

Berikut beberapa paket harga penangkal petir atau harga anti petir, jika ingin mengetahui informasi lebih lengkap silahkan hubungi call centre kami di nomor 0821 2226 2226.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERBANDINGAN PENANGKAL PETIR KONVENSIONAL DENGAN PENANGKAL PETIR ELEKTROSTATIS

– Membutuhkan volume kabel penghantar yang sangat banyak.
– Daerah perlindungan terbatas, radius perlindungan hanya 2 meter atau 45 derajat
– Cenderung lebih mahal biayanya jika di terapkan pada area perlindungan yang sangat luas
– Membutuhkan banyak titik grounding, karena setiap 10 meter panjang areal perlindungan harus 1 titik grounding
– Membutuhkan banyak splitzer di atas struktur bangunan sebagai alat penerima sambaran
– Cenderung merusak estetika struktur bangunan yang akan di pasang
– Bentuk ujung splitzer sangat runcing berbahaya bagi petugas atau pekerja yang bekerja di atap

– Tidak banyak membutuhkan material maupun kabel
– Area perlindungan lebih luas antara 50 Meter sampai 150 Meter
– Cenderung lebih ekonomis jika diterapkan pada area yang sangat luas
– Pada umumnya hanya membutuhkan 1 titik arde atau resistansi < 5 Ohm
– Hanya membutuhkan 1 unit terminal untuk radius tertentu
– Perawatan dan pemasangan sangat mudah dan tidak mengganggu estetika
Bertindak sebagai pencegah interferensi perangkat elektronik kita
– Lebih aman bagi pekerja yang akan melakukan perawatan instalasi